toleransi agama
Sejak 1500 SM, agama Hindu mulai masuk ke India. Manusia yang tadinya belum mengetahui agama maupun kepercayaan saat itu mulai memiliki kepercayaan atau agama. Setelah periode masuknya agama Hindu ke india, di susul dengan agama-agama lain yang juga mulai mengenalkan agamanya kepada manusia, mulai dari Yudaisme, Zoroastrianisme, hingga Islam dan masih banyak agama lainnya yang sudah ada hingga saat ini. Manusia mulai memilih kepercayaan nya masing-masing. Di Indonesia saat ini agama yang tercatat secara resmi oleh pemerintahan Indonesia terdapat enam agama, yaitu Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, dan Budha. Islam menjadi agama mayoritas bangsa Indonesia, tercatat warga Indonesia yang beragama Islam sebanyak 229 juta jiwa.
Hadirnya agama di kehidupan manusia ini membawa pandangan baru terhadap kehidupan manusia saat ini. Agama mengajarkan kepada kita semua bahwa ada sesuatu di dunia ini yang berkuasa atas segala sesuatu yang ada di bumi bahkan alam semesta ini. Agama mengajarkan kepada kita bahwa semua yang belum terjadi, semua yang sedang terjadi, dan semua yang akan terjadi, itu semua sudah ada ketetapannya, sudah diatur segala demikian rupa. Manusia hanya menjalankan apa yang sudah ditetapkan dan diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Agama merupakan sesuatu yang dapat merubah perilaku seseorang, sebab agama berisi tentang aturan – aturan yang bisa membawa seseorang ke arah yang lebih baik. Karena, setiap agama pastilah mempunyai maksud-maksud tertentu agar penganutnya memiliki kehidupan yang lebih terarah dan sesuai apa yang telah diajarkan oleh agama.Agama secara umum didefinisikan sebagai sistem yang mengatur kepercayaan dan pemujaan terhadap dewa-dewa dan aturan-aturan yang terkait dengan budaya dan pandangan dunia yang mengikat manusia pada suatu tatanan kehidupan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, agama memiliki fungsi dan peran penting dalam mengatur kehidupan bermasyarakat. Fungsi agama dalam masyarakat adalah untuk membantu individu menafsirkan peristiwa kehidupan, memahami makna dan tujuannya, dan memahami hubungannya dengan keseluruhan yang lebih besar baik masyarakat maupun alam semesta.Peranan memajukan bangsa dan negara. Agama juga memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Agama memiliki dampak yang besar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat karena memberikan nilai kehidupan kepada manusia. Di beberapa kelompok sosial, agama juga merupakan kebutuhan dasar kehidupan kolektif. Agama juga merupakan pedoman yang memuat norma-norma tertentu.
Terlepas dari fungsi dan peranan penting agama dalam kehidupan bermasyarakat maupun kehidupan sehari-hari, agama ini sendiri sering kali menjadi topik pembicaraan yang sangat sensitive untuk Sebagian orang, terutama di Indonesia yang memiliki beragam macam pemeluk agama. Agama ini sering kali menjadi akar dari suatu konflik yang terjadi di Indonesia, kasusnya tidak sedikit, bahkan sejak dulu kala, konflik yang bersumber dari agama sudah sering terjadi hingga memakan banyak korban, saat ini pun sama seperti itu, masih sering terjadinya konflik agama di kehidupan bermasyarakat. Beberapa contoh konflik yang pernah terjadi di Indonesia sampai memakan banyak korban, diantarnya ada konflik Aceh yang melibatkan agama Islam dan Kristen, konflik ini terjadi dengan diawalinya demonstrasi umat muslim untuk menuntut pemerintah untuk membongkar sejumlah gereja Kristen yang berdiri seperti dampak konflik agama. Lalu ada konflik di Situbondo yang melibatkan agama Kristen dan agama Islam, konflik ini dipicu karena adanya ketidakpuasan atas hukuman yang diterima oleh seorang penghina agama Islam, lalu penista agama ini disembunyikan di dalam gereja yang menyebabkan timbulnya kerusuhan dalam gereja-gereja, sekolah khatolik, dan juga toko milik seorang tionghoa di Situbondo. Konflik Tolikara yang meilibatkan agama Islam dan agam Nasrani, konflik ini terjadi di Tolikara Papua yang dipicu oleh pembakaran sebuah masjid oleh para Jemaat Gereja Injil Indonesia, akibat dari konflik ini, 2 orang warga tewas dan 96 rumah warga muslim dibakar. Masih banyak konflik agama yang terjadi. Konflik antar agama ini tidak hanya terjadi di Indonesia, di luar sana masih banyak konflik yang terjadi seperti di Palestina sana, suryiah, Baghdad, dan masih banyak lainnya.
Konflik yang terjadi antar agama maupun inter agama biasanya terjadi tidak hanya karena kerusuhan atau oknum-oknum yang sengaja memicu terjadinya perpecahan atau konflik agama tersebut, melainkan adanya perbedaan doktrin, perbedaan suku dan ras pemeluk agama, perbedaan kebudayaan, dan adanya perbedaan mayoritas serta minoritas bisa menjadi faktor utama timbulnya konflik antar umat beragama.
Perbedaan pendapat juga menjadi salah satu penyebab konflik terjadi antar agama. Paradigma seorang penganut agama yang menganggap agamanya lah yang paling benar dan agama selain agama yang dianut adalah agama yang sesat, salah, dan tidak benar lah yang membuat konflik antar agama ini terjadi. Hingga kini permasalahan tentang paradigma seperti itu, masih banyak tersebar luas di masyarakat, baik di Indonesia maupun negara lain. Diskriminasi juga bisa menjadi salah satu penyebab konflik agama terjadi, biasanya dilakukan oleh agama yang mayoritas kepada agama yang minoritas.
Kontroversi agama yang menimbulkan konflik ini tidak hanya antaragama, tetapi juga antaragama. Misalnya, ada beberapa mazhab Islam: Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hanbali. Di Indonesia, sebagian besar cenderung menganut ajaran Syafi Madahab, namun sebagian lagi menganut mazhab lain. Perbedaan-perbedaan di Madahab ini seringkali membuat umat Islam tanpa ilmu agama menjadi sumber konflik dalam Islam. Orang-orang jahil sering memperdebatkan perbedaan mazhab, dengan anggapan bahwa mazhab yang digunakan adalah yang paling benar dan yang lainnya tidak sah. Tidak hanya perselisihan agama atas perbedaan mazhab, perbedaan aliran Islam juga menjadi pemicu utama konflik dalam Islam itu sendiri, aliran sesat yang resmi dinyatakan sesat di Indonesia.
Salah satunya adalah toleransi untuk mengatasi konflik-konflik yang timbul antar agama dan antar agama itu sendiri. Secara bahasa, toleransi dapat diartikan sebagai kemampuan semua manusia untuk bersabar dan menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang bukan untuk kepentingannya sendiri. Secara etimologis, toleransi berasal dari kata latin ``tolerare'', yang berarti sabar dan menahan diri. Toleransi, di sisi lain, adalah sikap saling menghormati kepercayaan antara orang-orang yang bertentangan. Pada dasarnya toleransi dapat diartikan sebagai sikap manusia yang menghargai dan mengakui perbedaan antar individu dan kelompok, antar suku, ras, bangsa dan bahasa.
Toleransi merupakan sikap yang sangat penting tidak hanya dalam kehidupan bermasyarakat dan sehari-hari, tetapi juga dalam kehidupan beragama. Toleransi tergolong kualitas positif yang berupaya menjaga kerukunan dan mencegah konflik dalam masyarakat dan agama. Toleransi terhadap perbedaan berarti menciptakan kerukunan antar umat beragama, mempererat persaudaraan, memantapkan rasa nasionalisme, membangun persatuan bangsa, menciptakan kerukunan di Indonesia, menciptakan lingkungan yang damai dan damai, konflik dan perpecahan, menghindari diskriminasi, meningkatkan pencapaian kesepakatan dan menghindari diskriminasi. . Memperkuat sikap, keimanan, melatih diri menjadi lebih baik dan mempercepat pembangunan bangsa. Sikap toleransi ini meminimalkan, menghindari, bahkan menghilangkan konflik dan perpecahan antar dan intra-agama. Hal ini menuntut setiap individu untuk menyadari pentingnya toleransi dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.
Oleh karena itu pentingnya sikap toleransi dalam kehidupan masyarakat terutama kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki beragam macam buday, agama, ras, suku, maupun bangsa, untuk menghindari konflik-konflik yang sewaktu-waktu dapat terjadi, terutama konflik tentang agama yang termasuk konten sensitif bagi sebagian orang.
Komentar
Posting Komentar